Ashafidz's Blog

Keutamaan Sifat Tawadhu

Posted on: August 30, 2009

Pada suatu hari, Umar ibnul Khaththab melakukan perjalanan ke negeri Syam ditemani seorang budaknya. Karena terlalu tawadhu dan lembutnya, ia naik unta bergantian dengan budaknya, sedangkan ketika itu ia tengah memegang jabatan Amirul Mu’minin.

Jika sampai giliran umar r.a. yang menaiki unta, maka budaknya berjalan kaki sambil memegang tali kendali. Setelah itu, mereka ganti posisi, Umar r.a. turun dan berjalan kaki beberapa waktu sambil memegang tali kendali, sedangkan budaknya naik ke atas unta. Begitu seterusnya, mereka saling bergantian menaiki unta sampai mereka telah hampir sampai di negeri Syam.

Ketika itu, yang mendapat giliran untuk menaiki unta adalah si budak, maka si budak naik keatas unta, sedangkan Umar r.a. berjalan kaki sambil sambil memegang tali kendali. Ketika Umar r.a. tengah berjalan, ia melihat kolam air. Kemudian ia turun ke kolam air tersebut sambil memegang tali kendali dan menyelipkan sandal di ketiak sebelah kirinya.

Ketika sedang melakukan hal itu, ia dihampiri oleh Abu Ubaidah ibnul Jarrah, yang ketika itu menjabat sebagai amir negeri Syam. Dia adalah salah satu orang diantara sepuluh orang yang diberitakan akan masuk surga.

Kemudian Abu Ubaidah ibnul Jarrah berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mu’minin, para pembesar negeri Syam akan keluar menemuimu. Alangkah tidak layaknya jia mereka menyaksikanmu dalam kondisi seperti ini”.

Akan tetapi, jawaban yang diberikan oleh Umar r.a. adalah, “Allah telah memuliakan kita dengan agama Islam , Allah adalah Mahalembut dan Dia menyukai kelembutan dalam segala sesuatu. Lalu mengapa aku tidak bisa bersikap lembut kepada budakku, dengan merendahkannya dan bersikap takabur kepadanya? Wahai saudaraku, apakah kamu telah lupa apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. yang merupakan teladan dan panutan bagi kita semua, ketika beliau memperbaiki sendiri sepatunya dan menambal sendiri bajunya?”.

semoga bermanfaat.

Tags:

7 Responses to "Keutamaan Sifat Tawadhu"

Alhamdulillah dapat ilmu baru….

saya suka baca ulang kisah-kisah kehidupan para sahabat, sepertinya selalu saja ada yang baru, setidaknya baru diingat kembali

Assalamu’alaikum,
Tawadhu adalah sifat mulia, Rasulullah SAW bersabda: yang artinya “Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. DAN TIADA SESEORANG YANG BERTAWADHU’ KEPADA ALLAH, MELAINKAN DIMULIAKAN (MENDAPAT ‘IZZAH) OLEH ALLAH. (HR. Muslim).
(Dewi Yana)

haddirrr…………

malem mengunjungi sahabat… semoga kebahagiaan selalu menyertaimu sahabat…

hhmmm…. kopinya luar biasa sedap sahabatku… bolehkah aku selonjoran sejenak di sini…

cu…

Saya senang kalo baca kisah/cerita yang seperti itu, apalagi cerita rosulullah SAW, karena cerita yang seperti itu sangat mendidik sekali, dan asyik juga di baca/didengarkan.
semoga kita memiliki sifat yang demikian.
salam..
Iklan Gratis

Tawadhu’…..susah ngelakuinnya ya bang.
Sifat kesombongan selalu hadir dalam jiwa Bendol.
Terima kasih atas pencerahannya 🙂

Sifat baik yang dikisahkan membebaskan dari sifat iri.

Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: