Ashafidz's Blog

udah tiga hari ini tidur jam 4.30 pagi,trus bangun jam 9 pagi.

Lebaran sebentrar lagi tiba, jika anda berencana mudik ke kampung halaman, saya sarankan untuk mempersiapkan segalanya untuk mudik kali ini, dibawah ini beberapa tips menyiapkan keuangan saat mudik :

Jangan lupa untuk selalu membawa Uang Tunai yang cukup( transportasi, makan, dan penginapan selama perjalanan mudik pulang pergi, serta pemberian uang yang kecil-kecil kepada sanak keluarga Anda di kampung halaman).

Untuk berbelanja selama di kampung halaman, Anda bisa mengambil uang dari ATM Anda. Saya ingatkan agar jangan terlalu mengandalkan ATM dan menganggap ATM Anda tidak akan rusak atau kehabisan uang tunai. Anda perlu ATM, tetapi Anda tetap harus mengantisipasi kalau-kalau ATM Anda rusak atau tidak bisa dipakai.

Pada waktu diperjalanan, jangan menyimpan uang hanya pada satu tempat, misalnya beberapa uang di dalam tas anda dan yang lain di saku pakaian atau celana anda

semoga bermanfaat

Tags:

Pada zaman dahulu, di kota Basrah (Irak), manusia saling berselisih pendapat tentang manakah yang lebih bermanfaat dan berguna : ilmu pengetahuan atau harta ?

Sebagian orang mengatakan, “Ilmu pengetahuan lebih baik dari harta.” dan sebagian lagi mengatakan, “Tidak, harta lebih baik dari pada ilmu pengetahuan” akhirnya mereka mendatangi seorang ulama untuk memutuskan masalah itu dan menanyakan pendapatnya tentang hal itu.

Ulama itu berkata, “Katakanlah kepada mereka bahwa ilmu pengetahuan lebih baik dari pada harta” Akan tetapi, orang yang bertanya kepadanya mengatakan, “lalu apa yang harus aku katakan jika mereka menanyakan kepadaku tentang dalil dan alasan pendapatmu ini?”

Ulama itu menjawab, “Katakanlah kepada mereka bahwa ilmu pengetahuan adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan Fir’aun. Ilmu pengetahuan adalah yang menjadi penjaga bagi dirimu, sedangkan harta, kamulah yang harus menjaganya.

Di atas itu semua, ilmu pengetahuan adalah pemberian dari Allah yang tdak dianugerahkan kecuali kepada orang yang Dia cintai, sebagaimana firman-Nya, “Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Tuhan) Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.” (az-Zukhruf:33)

Ilmu pengetahuan semakin sering dikeluarkan akan semakin bertambah keberkahannya.  Sedangkan harta, semakin banyak dibelanjakan, maka akan semakin berkurang jumlahnya.

Orang yang memiliki harta akan ditanya diakhirat nanti tentang dari mana dia mendapatkan uangnya? kemana uang tesebut dibelanjakan? sedangkan orang yang memiliki pengetahuan akan diangkat derajatnya di sisi Allah, sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur’an,

Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?'” (az-Zumar:9)

semoga bermanfaat

Pada suatu hari, Umar ibnul Khaththab melakukan perjalanan ke negeri Syam ditemani seorang budaknya. Karena terlalu tawadhu dan lembutnya, ia naik unta bergantian dengan budaknya, sedangkan ketika itu ia tengah memegang jabatan Amirul Mu’minin.

Jika sampai giliran umar r.a. yang menaiki unta, maka budaknya berjalan kaki sambil memegang tali kendali. Setelah itu, mereka ganti posisi, Umar r.a. turun dan berjalan kaki beberapa waktu sambil memegang tali kendali, sedangkan budaknya naik ke atas unta. Begitu seterusnya, mereka saling bergantian menaiki unta sampai mereka telah hampir sampai di negeri Syam.

Ketika itu, yang mendapat giliran untuk menaiki unta adalah si budak, maka si budak naik keatas unta, sedangkan Umar r.a. berjalan kaki sambil sambil memegang tali kendali. Ketika Umar r.a. tengah berjalan, ia melihat kolam air. Kemudian ia turun ke kolam air tersebut sambil memegang tali kendali dan menyelipkan sandal di ketiak sebelah kirinya.

Ketika sedang melakukan hal itu, ia dihampiri oleh Abu Ubaidah ibnul Jarrah, yang ketika itu menjabat sebagai amir negeri Syam. Dia adalah salah satu orang diantara sepuluh orang yang diberitakan akan masuk surga.

Kemudian Abu Ubaidah ibnul Jarrah berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mu’minin, para pembesar negeri Syam akan keluar menemuimu. Alangkah tidak layaknya jia mereka menyaksikanmu dalam kondisi seperti ini”.

Akan tetapi, jawaban yang diberikan oleh Umar r.a. adalah, “Allah telah memuliakan kita dengan agama Islam , Allah adalah Mahalembut dan Dia menyukai kelembutan dalam segala sesuatu. Lalu mengapa aku tidak bisa bersikap lembut kepada budakku, dengan merendahkannya dan bersikap takabur kepadanya? Wahai saudaraku, apakah kamu telah lupa apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. yang merupakan teladan dan panutan bagi kita semua, ketika beliau memperbaiki sendiri sepatunya dan menambal sendiri bajunya?”.

semoga bermanfaat.

Tags:

Pada zaman Khalifah Abu Bakar ash-Shidiq r.a., seperti diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., pernah terjadi kekeringan dan kelaparan. Dalam situasi seperti ini, ada orang yang tamak dan ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan menaikkan harga komoditas barang dagangannya.

akan tetapi, dalam situasi seperti itu kita dapati Utsman r.a. (menantu Nabi Muhammad saw.) memberikan contoh yang baru dan mulia dalam bersedekah di jalan Allah dengan mengharap balasan dan pahala dariNya. Di samping itu, ia juga berusaha keras untuk menenangkan kaum Muslimin dan mengurangi beban kesulitan.

Read the rest of this entry »

Tags: ,

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-bukhari :

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Umrah pada bulan Ramadhan adalah seperti Haji bersama Aku.”

Dalam Hadist tersebut cukup jelas bahwa Umroh dibulan ramadhan mendapat pahala yang sangat besar, sama halnya juga dengan pahala haji.

Namun perlu diingat meskipun sama dengan pahala ber-haji, umroh dibulan Ramadhan tidak dapat menggugurkan kewajiban haji bagi orang yang mampu melaksananakan haji…

semoga bermanfaat

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
  5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
  9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
  17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
  26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

semoga bermanfaat